Kuliner

HARINAKE

Harinake | Foto: Yafaowoloo Gea

Harinake | Foto: Yafaowoloo Gea

Harinake adalah makanan adat tradisional Nias di Nias bagian Utara, dan Nias bagian Barat, biasanya harinake disajikan untuk menghormati tamu seperti menghormati mertua yang datang ke rumah menantunya pada kunjungan pertama, Pesta perkawinan, anak-anak memberi makan secara adat kepada orang tuanya dan disaksikan oleh semua famili (keluarga besar) dalam hal anak – anak meminta kepada orang tuanya melaksanakan pembagian harta warisan dimana setiap anak menyajikan 1 ekor babi yang dilengkapi dengan harinake kepada orang tua mereka.

GOWI NIFUFU

Gowi Nifufu | Foto: Yafaowoloo Gea

Gowi Nifufu | Foto: Yafaowoloo Gea

Pada zaman dahulu terutama di pedalaman, masyarakat Nias kalau makan pagi, siang dan malam, sebelum memakan nasi telebih dahulu memakan ubi, setelah merasa agak kenyang baru memakan nasi. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan konsumsi nasi berhubung karena nasi pada masa itu sangat susah didapatkan dan seringkali tidak terjangkau sehingga terkadang Gowi Nifufu digunakan sebagai makanan pokok di sana.

 

HAMBAE NITITI

Hambae nititi adalah daging kepiting yang di campur dengan santan kelapa dimasak sampai kering untuk dijadikan lauk, makanan ini merupakan makanan bermusim biasanya pada bulan Mei, Juni dan Juli di kepulauan Hinako Kecamatan Sirombu.

BATO HAMBAE

Bato hambae adalah daging kepiting yang telah dibentuk berbentuk bulat lempeng lalu diasapi samai kering, digunakan sebagai lauk, makanan ini biasanya di buat pada musim kepiting di kepulauan Hinako Kecamatan Sirombu pada bulan Mei, Juni dan Juli.

NAMI (TELUR KEPITING)

Pada setiap satu malam sebelum dan pada malam bulan purnama pada bulan Juli, Agustus dan September di Kepulauan Hinako Kecamatan Sirombu kepiting darat akan keluar menuju pantai untuk menceburkan telurnya di laut, pada malam tersebut masyarakat setempat beramai – ramai ke tepi pantai untuk mengambil telur kepiting. Telur kepiting ini digoreng dengan minyak kelapa dan disajikan sebagai lauk.

SILIÖ GURO

SiliÖ guro adalah makanan tradisonal Nias, berupa daging udang yang telah digiling dicampur dengan kelapa yang dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang di atas bara api yang digunakan sebagai lauk.

BABAE

Babae adalah makanan khas adat di Nias Bagian Selatan yang merupakan campuran dari daging babi, kacang hijau, kelapa dan bawang merah untuk menghormati tamu agung, biasanya digunakan sebagai lauk.

KÖFÖ – KÖFÖ

KÖfÖ – kÖfÖ adalah makanan tradisional di Kecamatan Pulau – pulau Batu kabupaten Nias Selatan, merupakan daging ikan yang telah dibuang durinya yang dimasak dengan santan kelapa ataupun digoreng biasanya digunakan untuk lauk.

SAKU NISÖLÖ

Saku nisÖlÖ adalah makanan tradisional di Kecamatan Pulau-pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, dari bahan tepung sagu yang telah digongseng dan disirami santan yang digunakan sebagai ganti nasi.

DODOL DURIAN

Dodol durian di nias digunakan sebagai makanan tambahan pada musim buah durian di Nias yang pada masa lampau musimnya adalah pada bulan Juli dan Agustus namun saat ini musim durian di Nias sudah tidak teratur lagi dan hampir bisa ditemukan sepanjang tahun di Nias.

NI’OWURU

Ni’owuru adalah daging babi yang diawetkan dengan menggunakan garam.

 

Back to Top